logo
sipp-payakumbuh radius biaya perkara fb payakumbuh email-payakumbuh Foto Album Video Album

Badilag, BP4, UIN Jakarta, dan PEKKA Tanda Tangani Nota Kesepahaman

Apr2016

Kategori : Berita Badilag
Post By Admin Update : 06 - Apr - 2016

Jakarta | Badilag.net
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ditjen Badilag MA RI dengan masing-masing lembaga antara lain: Yayasan PEKKA, BP4 Pusat, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dilaksanakan pada Selasa (22/3) siang.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Badilag Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI Lt. 6 Jakarta dihadiri oleh Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, MH, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Dr. Asep Saepudin Jahar, MA, Ketua Umum BP4 Pusat Drs. H. Wahyu Widiana, MA dan Direktur Yayasan PEKKA Ir. Nani Zulminarni, MS.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Dr. H.M. Fauzan, S.H., M.H., MM., Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Dr. H.M. Hasbi Hasan, M.H., beberapa anggota delegasi dari Yayasan PEKKA, BP4 Jakarta, UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, beberapa Hakim Tinggi dan Wakil Panitera PTA Jakarta, para Ketua PA sewilayah Jakarta.

Setelah penandatanganan masing-masing pimpinan lembaga memberikan kata sambutan singkatnya.

Tujuan  Nota  Kesepahaman  ini  adalah  dalam  rangka  mengoptimalkan  prinsip  kemitraan  yang  saling memberikan manfaat dan saling mendukung, melalui   pengembangan  institusi  dan  peningkatan pelaksanaan  program kerja para pihak, terutama dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat yang tidak mampu dari segi ekonomi, tinggal di daerah yang jauh dari pengadilan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya seperti perempuan dan anak-anak.

Demikian pemaparan singkat tujuan kerajasama oleh Direktur Yayasan PEKKA. “Kami juga berharap agar penandatanganan Nota Kesepahaman ini dapat lebih memperluas jangkauan kerjasama baik di tingkat pusat maupun di berbagai daerah di Indonesia.” Harap Nani.

Sementara itu, Ketua Umum BP4 Pusat Drs. H. Wahyu Widiana, MA dalam sambutannya memaparkan bahwa tujuan Nota Kesepahaman ini adalah untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas di bidang mediasi dalam rangka penyelesaian perkara-perkara berkaitan dengan hukum keluarga Islam.

“Kami berharap bahwa bahwa Nota Kesepahaman ini bisa menjadi payung hukum untuk menggerakkan kerjasama kemitraan di daerah-daerah. Apalagi BP4 ini adalah lembaga yang sudah terakreditasi,” tegas Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Dr. Asep Saepudin Jahar, MA mengungkapkan bahwa kerjasama antara Badilag dan UIN Jakarta bertujuan untuk mendorong pengembangan institusi dan peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Secara pribadi kerjasama dengan peradilan agama dimulai sejak tahun 2007 waktu mengadakan penelitian akses terhadap peradilan (Acces To Justice).

Demikian papar Asep mengawali sambutannya. “Waktu itu sempat ada peneliti kami yang diancam pakai parang oleh keluarga pihak berperkara yang menjadi sampel penelitian,” ujanya.

Selanjutnya Asep berharap, bahwa kedepan ada kerjasama penyelenggaraan Debat Hukum Keluarga dan Ekonomi Syariah di tingkat mahasiswa fakultas hukum, sebagai bentuk sosialisasi kewenangan peradilan agama untuk lingkungan kampus dan akademisi.

Dirjen Badilag MA RI Drs. H. Abdul Manaf, MH dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan gembira atas terselenggaranya penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ditjen Badilag dan beberapa Mitra Kerjasama.

“Kerjasama dengan PEKKA, BP4 Pusat dan UIN Jakarta adalah sangat strategis sebagai wadah sosialisasi, pertukaran informasi dan juga implementasi beberapa peraturan dan perundang-undangan.” Ujar Manaf.

“Sehingga kedepan, kerjasama yang sudah terjalin selama ini akan semakin kokoh dan mendapatkan payung hukumnya,” pungkas Dirjen yang juga alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

[Ibnu AR]